Pilinan Pilihan

Saat dimana harus memilih salah satu, meskipun keduanya bukanlah pilihan yg benar-benar tepat, bertahanlah terhadap keadaan yang sekejam apapun karena kenyataan bisa tiba-tiba menjadi sangat menyedihkan. Misalnya saat matamu kemasukan bumbu cabe mie. Membuka atau menutupnya mata harus diperhitungkan, karena nyatanya, kedua pilihan itu bisa membuat mata mengalirkan airnya. Ah, barangkali bumbu cabe mie ingin … Lanjutkan membaca Pilinan Pilihan

Bumbu Ajaib

“Ti! Kamu mendengarkanku kan?” Ara membentak. Kuabaikan dirinya. Otakku terlalu sibuk mengontrol kedua tangan ini sambil berusaha keras mengingat setiap detil penting yang menyebabkan terjadinya hal menakjubkan di dapurku minggu lalu. Huh, andai saja saat itu aku mencatat semua bumbu, pasti sekarang tidak seperti ini. “Sudahlah Ti!” Ara beranjak dari kursinya dan menarik bahuku. Aku … Lanjutkan membaca Bumbu Ajaib