Cuap-cuap

Dilahirkan tentu bukan pilihan, makanya ada orang yang membuat pilihan lain, mati. Ah, kata siapa? Jangan-jangan, dulu tuhan menawarkan kehidupan padaku dan aku memilihnya. Jangan-jangan, dulu ada lelang kehidupan bagi para roh sepertiku-saat itu- dan aku adalah salah satu yang paling ngotot untuk mendapat kesempatan itu.

Ngomong-ngomong tentang hidup, apa kabar si sekian ekor-jika aku boleh menyebutnya berekor- sperma itu? Ah, entahlah mereka kemana, toh saat berekor seperti itu mereka, juga aku, tidak sepenuhnya hidup kan? Hei, bukankah kita hanya berupa zat saja saat itu? Baiklah, bahkan kita terwujud berupa seseorang semacam ini pun bukan karena ekor kuat itu saja kan? Bukankah si telur pun berperan besar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s